Minggu, 27 Februari 2011

I Love Tebet

Aku cintaaaa banget sama daerah Tebet, terutama daerah Tebet Utara, dekat SMP 115. Di sana, tempat nongkrong kesukaanku, banyak toko makanan yang enak-enak, terus ada toko aksesoris favoritku, namanya toko "Thyo Pernik". Aksesoris di sana tuh lucu - lucu banget, terus harganya nggak terlalu mahal, mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 50.000.
Biasanya sih kalau abis beli barang - barang lucu di sana, aku sama teman - teman makan Burger and Grill. Nah, di tempat makan itu, harga makanannya nggak terlalu mahal, Rp 11.000 sampai Rp 50.000 hohooohoho.....Pokoknya tempat itu paling asyik deh

Ayah dan Ibu

Terima kasih atas pengorbananmu
selama ini
Demi kelangsungan hidupku

Ayah...Ibu...
Pengorbananmu begitu besar
Karenamu, aku dapat bersekolah
Aku dapat makan
Kau tak pernah mengeluh
Dan kau terus berjuang demi aku

Ayah..Ibu...
Mungkin aku tak bisa membalas
Semua jasa - jasa dan pengorbananmu
Bagiku jasamu sangat besar dan tak
terhingga
Terima kasih, Ayah..Ibu...
Ku akan selalu mengingatmu

Cinta yang Kandas

Ya Tuhan...
Kenapa aku
merasakan
Cinta yang
seharusnya tidak
terjadi
Diriku hanya bisa menepi
Bagaikan ombak yang besar
Yang menerpa lautan

Aku tak sanggup menahan
Rasa sakit hati
yang begitu sangat dalam bagiku
Kenapa dia melakukan ini semua

Pria yang selama ini
Selalu kupuja
Ternyata telah berkhianat
Kepadaku

Ya Tuhan
Kuharap ini adalah cinta buruk
Yang terakhir bagiku

Gambar Karikatur



Seorang guru sedang memberikan pelajaran kepada murid-muridnya.Dan murid-muridnya memperhatikan dengan seksama,seorang guru memberikan pelajaran dengan tegas dan dengan bahasa yang dimengerti oleh murid-muridnya. Guru juga memberikan pertanyaan kepada murid apabila murid tersebut kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan. Seorang guru membrikan pelajaran tanpa pamrih dan tidak mengharapakan imbalan kepada muridnya, guru juga disebut pahalawan tanpa tanda jasa karna jerih payahnya, anak-anak bangsa bisa menjadi seorang berguna dan berhasil bagi bangsa dan negaranya. Kita sebagai murid harus menghormati jasa guru karna tanpa dia, kita tidak bisa mendapat ilmu.

Selasa, 30 November 2010

Bab 14

1. Rekannya menyarankan "eskimo joe's" karna mereka akan menjual bir paling dingin dikota. Dark terkejut siapa yang pernah mendengar tentang orang eskimo di oklahoma? Tetapi rekannya tidak mau melepaskan nama tersebut. Lalu mereka meminta seorang major seni grafik baru untuk merancang sebuah logo. Rancangan 1 mahasiswa tersrbut desain yang menunjukkan seorang eskimo memandang kepada para pelanggan dengan senyuman besar, ditemani anjing besar dengan lidahnya yang panjang dan mengeluarkan air liur menjulur keluar. Kedua rekan tersebut menyukainya dan menjadikan logo ini sebagai lambang eskimo joe's.

2. Yang konsep pemasaran produknya dan toko.

* pemilihan nama atau tempat usaha.
* logo atau tmpat usaha yang menarik.
* produk yang dihasilkannya di oklahoma sesuai dengan konsep tempat orang eskimo yang berarti dingin.

3.(a) lingkungan fisik : produk, menciptakan produk yang sesuai dengan daerah tersebut , dengan menyesuaikan harga dan kegemaran masyarakat daerah tersebut. di sertai dengan penciptaan logo yang menarik para konsumen dan juga diciptakanya cinderamata seperti t-shirt di sertai promo promo yang menarik minat konsumen.

(b) defenisi tugas : pemosisian, di ciptakanya di tempat yang menarik , yaitu merancang kembali gudang tua, sehingga para konsumen merasa nyaman di dalamnya.

menciptakan suasana harmonis antara atasan dan karyawan , dan karyawan dengan konsumen sehingga para karyawan dan konsumen dapat nyaman dalam bekerja.

(c) waktu : strategi promosi menyuruh para karyawan dengan berkata kepada konsumen bahwa produk yang di hasilkan masih segar lalu dengan harapan konsumen memberi info tersebut kepada orang lain dan seterusnya

Selasa, 23 November 2010

Kegiatan Usaha KOPTANAS pada tahun 2006 dan 2007

Kegiatan Usaha KOPTANAS pada tahun 2006 dan 2007 meliputi :
Simpan pinjam, perdagangan / pertokoan, wartel.
Berikut penjelasan singkat kegiatan setiap unit usaha selama tahun buku 2006 dan 2007.
1. Unit Simpan Pinjam
Jumlah pinjaman yang dikeluarkan kepada anggota selama tahun 2006 sebesar Rp. 1.614.293.000 sedangkan tahun 2007 jumlah pinjaman yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.940.670.000 dengan demikian terdapat peningkatan sebesar Rp. 326.377.000 atau naik sebesar 120,22 %.
Jasa pinjaman yang diperoleh tahun 2006 sebesar Rp 175.380.621 sedangkan untuk tahun 2007 jasa pinjaman yang diperoleh sebesar Rp 180.409.753 yang berarti terdapat peningkatn sebesar Rp. 5.029.132 atau sebesar 102,87 %. Rata – rata pinjaman perbulan yang dikeluarkan unit simpan pinjam pada tahun 2007 sebesar Rp. 161.722.500

Tabel
Jumlah Pinjaman dan Jasa Tahun 2005, 2006 dan 2007
Tahun prosentase
no uraian 2005 2006 2007 2006:2005 2007:2006
1 pinjaman 1,510,249,136.00 1.614.293.000.00 1.940.670.000.00 106.89 120.22
2 jasa 162,606,333.00 175.380.621.00 180.409.753.00 107.86 102.87

2. Unit perdagangan atau pertokoan
Pada tahun 2006 sampai dengan bulan April 2007 KOPTANAS mengelola usaha toko di jalan Salemba Raya dan di Jalan Medan Merdeka Selatan dengan system pengelolaan dan pelayanan sendiri. Tetapi pada bulan April 2007, khusus toko Salemba Raya telah ditingkatkan peresmian KOPTANAS Minimarket telah dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 30 April 2007. Laporan pengelolaan minimarket tahun 2007 masih digabungkan dalam kelompok usaha perdagangan / pertokoan. Direncanakan pada laporan pengelolaan usaha perdagangan / pertokoan tahun 2008 telah dipisahkan antara Minimarket dan Toko Merdeka Selatan.

Hasil yang diperoleh selama tahun 2006 adalah:
Penjualan Rp. 782.136.428,00
Harga pokok penjualan :
- Persediaan awal Rp. 16.585.917,00
- Pembelian Rp. 680.132.891,00
Tersedia untuk dijual Rp. 741.718.808,58
Persediaan akhir Rp. 49.974.275,00
Rp. 691.744.533,58
Pendapatan kotor Rp. 90.391.894,42
Biaya – biaya
- Biaya operasional Rp. 2.634.600,00
- Biaya administrasi umum Rp. 31.794.280,00
Rp. 34.428.880,00
Pendapatan bersih Rp. 55.963.014,42
Sedangkan hasil yang diperoleh selama tahun 2007 adalah:
Penjualan Rp. 927.420.315,00
Harga pokok penjualan :
- Persediaan awal Rp. 49.974.275,00
- Pembelian Rp. 852.491.315,00
Tersedia untuk dijual Rp. 902.465.590,40
Persediaan akhir Rp. 55.812.216,00
Pendapatan kotor Rp. 846.653.374,40
Rp. 80.766.940,60
Biaya – biaya
- Biaya operasional Rp . 6.394.634,00
- Biaya administrasi umum Rp. 31.036.965,00
Pendapatan bersih Rp. 37.431.599,00
Rp. 43.335.341,60
Tabel
Pendapatan unit usaha perdagangan / pertokoan
Tahun 2005, 2006 dan 2007
Tahun Prosentase
Uraian 2005 2006 2007 2006:2005 2007:2006
pendapatan 11,164,584.34 90,391,894.42 80,766,940.60 809,63 89,35

3. Unit Usaha Wartel
Unit usaha wartel menyelenggarakan jasa telepon, local SLJJ, SLI dan Faksimile.
Pendapatan wartel tahun 2006 adalah :
Penerimaan Rp. 17.641.078,29
Biaya operasional / pulsa Rp. 9.149.321,00
Biaya administrasi umum Rp. 9.142.000,00
Rp. 18.291.321,00
Rugi usaha Rp. (650.242,71)

Sedangkan untukpendapatan wartel tahun 2007 adalah :
Pemerimaan Rp. 9.536.318,85
Biaya operasional / pulsa Rp. 4.336.395,00
Biaya administrasi umum Rp. –
Rp. 4.336.395,00
Jasa / komisi Rp. 5.199.923,85

Tabel
Penerimaan dan Pengeluaran Unit Usaha Wartel
Tahun 2005, 2006 dan 2007
Tahun prosentase
no uraian 2005 2006 2007 2006:2005 2007:2006
1 pendapatan 26.597.071.00 17.641.078.29 9.536.318.85 66.33 54.06
2 biaya pulsa 14.908.568.00 9.149.321.00 4.336.395.00 61.37 47.4
3 biaya adm / umum 5.502.000.00 9.142.000.00 - 166.16 -
jasa / komisi 6.186.503.00 (650.242.71) 5.199.923.85 -110.51 799.69

Rabu, 06 Oktober 2010

Kebutuhan Dan Motivasi Konsumen

Pada umumnya para ahli teori perilaku beropini bahwa dalam setiap perilakunya manusia mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Keberadaan tujuan tersebut, menjadi tumpuan sinergi dengan para ahli teori motivasi yang berusaha berfikir dan mencari cara agar manusia dapat didorong berkontribusi memenuhi kebutuhan dan keinginan organisasi. Tenaga kerja penting dimotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa motivasi mereka bekerja dalam keadaan sakit hati yang menjurus pada ketiadaan kontribusi bahkan terbuka peluang kontribusi yang merugikan. Teori hierarkhi kebutuhan Maslow menyiratkan manusia bekerja dimotivasi oleh kebutuhan yang sesuai dengan waktu, keadaan serta pengalamannya. Tenaga kerja termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpenuhi dimana tingkat kebutuhan yang lebih tinggi muncul setelah tingkatan sebelumnya. Masing-masing tingkatan kebutuhan tersebut, tidak lain : kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, perwujudan diri. Dari fisiologis bergerak ke tingkat kebutuhan tertinggi, yaitu, perwujudan diri secara bertahap. Terlepas menerima atau tidak kebutuhan berhierarkhi, mengetahui jenis-jenisnya adalah memberikan kontribusi silang saling memenuhi. Seperti seseorang berusaha keras mencari pekerjaan yang tidak lain mengimplementasikan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Lantas bagaimana dengan fakta bayi yang baru dilahirkan adalah bukan langsung makan tetapi dia menangis yang tidak lain kebutuhan sosial. Juga masih tentang bayi, beberapa penelitian membuktikan bayi menangis jika ingin disusui oleh ibunya. Yang paling tidak lucu tampak kejadian banyak perusahaan merekrut tenaga penjualan langsung dengan syarat memiliki kendaraan beroda empat (Mobil). Secara umum diketahui Frederick Herbertg berteori dua situasi yang mempengaruhi tenaga kerja saat bekerja. Situasi pertama,yaitu, pemuasan yang berarti sumber kepuasan kerja seperti:prestasi, pengukuhan hasil kerja, daya tarik pekerjaan, dan tanggung jawab serta kemajuan. Situasi kedua tidak lain ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan, supervisi, uang, status, rasa aman, hubungan antar manusia, dan kondisi kerja. Dalam hal ini, jika situasi pertama tidak ada tidak menimbulkan ketidak puasan berlebihan. Karena ketidakpuasan muncul dari tidak memperhatikan situasi kedua. Perhatian terhadap indikator situasi pertama menjadi motivasi tenaga kerja dalam bekerja. Tampak berbasis teori ini jika ingin tenaga kerja termotivasi maka mesti memberikan situasi pertama. Kemudian Mc Gregor terkenal dengan teori X dan teori Y. Teori X memberikan petuah manajer harus memberikan pengawasan yang ketat, tugas-tugas yang jelas, dan menetapkan imbalan atau hukuman. Hal tersebut, karena manusia lebih suka diawasi daripada bebas, segan bertanggung jawab, malas dan ingin aman saja, motivasi utamanya memperoleh uang dan takut sanksi. Sebaliknya teori Y mengarahkan manajer mesti terbuka dan mendorong inisiatif kompetensi tenaga kerja. Teori Y berasumsi manusia suka kerja, sebab bekerja tidak lain aktifitas alami. Pengawasan sendiri bersifat esensial. Dengan demikian, teori X kurang baik dan teori Y adalah baik. Tidak ..tidak demikian melainkan secara bijak teori X dan Y digunakan sesuai keadaan. Terkadang mesti egois, dan terkadang juga demokratis. Intensitas motif seseorang melakukan sesuatu adalah fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi kegunaannya. Motivasi sama dengan hasil dikali nilai terus hasil perhitungannya dikalikan kembali dengan ekspektasi. Akan tetapi hal tersebut, bersyarat manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinan memberi sumbangan terhadap tujuan. Lantas kemampuan bekerja dan persepsi yang akurat tentang peranannya dalam organisasi diperlukan. Demikian itu, merupakan teori motivasi harapan dimana Vroom ialah orang yang menelurkannya. Sedangkan Porter dan Lawler memberikan peringatan persepsi usahayang dilatarbelakangi kemampuan dan peranan kerjanya menghasilkan cara kerja yang efektif untuk mencapai prestasi baik inisiatif sendiri maupun bukan inisiatif sendiri sehingga memperoleh imbalan yang layak dan kepuasan. Teori motivasi prestasi menegaskan manusia bekerja didorong oleh kebutuhan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta memperhatikan feedback. Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh keinginan bersahabat, memperhatikan aspek antar pribadi, bekerja sama, empati, dan efektif dalam bekerja. Sedangkan kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk berpengaruh terhadap orang lain, cepat tanggap terhadap masalah, aktif menjalankan kebijakan organisasi, senang membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga prestasi, reputasi serta posisinya. Sekarang kita coba integrasikan teori-teori yang telah dikemukakan dengan basis pendekatan integratif. Kombinasi dari dua arah gejala harapan dan kebutuhan sebagai usaha memotivasi. Berbasis pendekatan demikian, maka kita kenal tiga hal tentang motivasi kerja. Pertama, kebutuhan individu yang terpenting adalah pencapaian, kekuasaan, afiliasi, perhitungan, ketergantungan, perluasan. Kedua, motivasi kerja berkembang pada kekuatan yang diubah dalam pola kebutuhan dan kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi. Ketiga, hasil akhir psikologis orang bekerja tidak lain kepuasan yang diperoleh dari kerja dan peranannya. Pendek kata memotivasi dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan dan kepuasan tenaga kerja dimana organisasi dapat menetukan sendiri pola kebutuhan dan kepuasannya tanpa mengabaikan tenaga kerja

Teori-teori Motivasi
1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H.Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
* Fisiologis
* Keamanan, keselamatan dan perlindungan
* Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
* Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
* Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.
Menurut maslow, jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, maka ia perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah posisi bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.
2. Teori Motivasi X dan Y
Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negatif (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan satu lagi positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.
3. Teori Motivasi – Higiene
Dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan faktor yang membuat orang merasa tidak puas atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
- prestasi (achievement)
- Pengakuan (recognition)
- Tanggung Jawab (responsibility)
- Kemajuan (advancement)
- Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)
- Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)
4. Teori Motivasi kebutuhan McClelland
Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan, yaitu :
- prestasi (achievement)
- Kekuasaan (power)
- Afiliasi (pertalian)
5. Teori Motivasi Harapan – Victor Vroom
Teori ini berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu, dan pada daya tarik dari keluaran bagi individu tersebut.
Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut.
6. Teori Motivasi Keadilan
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan. Individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi
7. Reinforcement theory
Teori motivasi ini tidak menggunakan konsep suatu motif atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan datang dalam proses pembelajaran.
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu, maka akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.

sumber : http://repository.petra.ac.id/8044/