Selasa, 15 November 2011

Sistem Keuangan Internasional Dari Masa ke Masa (Tugas Ekonomi Internasional)

Sistem Keuangan Internasional Dari Masa ke Masa

Para sejarahwan, khususnya yang menekuni perjalanan perekonomian dunia,kebanyakan memandang tahun 1870 sebagai salah satu tonggak sejarah perekonomian dunia. Kurun waktu yang mencakup masa satu abad lebih, yang dimulai dari tahun 1870 hingga sekarang ini, secara garis besar bisa dibagi menjadi tiga yaitu : masa pra perang dunia, masa antar perang dunia dan masa pasca perang dunia.

Sistem Keuangaan Internasional : Kurun Waktu Pra Perang Dunia
Sistem moneter internasional yang berlaku sampai dengan menjelang pecah perang dunia ialah sistem standar emas. Sistem standar emas dimulai sekitar tahun 1870 dikatakan bahwa di antara para sejarawan dicapai semacam konsensus untuk mengganggap bahwa sistem standar emas dunia. Dalam sistem standar emas kurs valuta asing relatif stabil, dapat berubah disekitar titik paritas arta yasa dan dibatasi oleh titik ekspor emas dan titik impor emas. Oleh karena itu sistem standar emas termasuk dalam kategori sistem kurs tetap.

Sistem Keuangaan Internasional : Kurun Waktu Antar Perang Dunia
Selama perang dunia 1 berkecamuk, sistem standar emas internasional berhenti berfungsi. Perekonomian – perekonomian nasional yang dalam masa sebelumnya satu dengan lainnya melalui konvertibilitas nasional terhadap emas, yang juga disertai dengan bebasnya emas bergerak dari satu negara ke negra lain, sebagai akibat pecahnya perang besar pada bulan Agustus 1914. Perang dunia 1 berjalan sekitar 4 tahun, dengan berakhirnya perang dunia suasana ekonomi berubaah dari suasana ekonomi perang menjadi suasana ekonomi damai pasca perang, dimana dimana banyak kegiatan diarahkan kepada rekonstruksi.

Tugas Ekonomi Internasional

Gambaran Umum Lalu Lintas Pembayaran Internasional

Dalam lalu lintas pembayaran antar Negara, misalnya seorang importir Indonesia membeli sejumlah barang dari seorang eksportir di Amerika Serikat. Transaksi jual beli ini pelaksanaan pembayarannya lebih kompleks dibandingkan dengan pembayaran yang timbul dari adanya transaksi jual beli antar 2 orang penduduk yang tinggal pada satu Negara yang sama.

Peranan Bank dalam Lalu Lintas Pembayaran Internasional
Dalam perjanjian jual beli ini, pada dasarnya satuan uang yang digunakan dalam perjanjian jual beli ini. Akan tetapi perlu kiranya diketengahkan disini, bahwa pada umumnya para eksportir, juga kebanyakan pemerintahan negara pengekspor hampir senantiasa menghendaki untuk menggunakan hard currency atau mata uang kuat dalam mengadakan perjanjian jual beli.

Pusat Finansial Internasional
Mekanisme pembayaran internasional ditentukan oleh pola hubungan antara bank – bank yang ikut aktif beroperasi dalam bidang jual beli alat- alat pembayaran internasional. Kita dapat membedakan 3 macam pola hubungan antar bank dalam melaksanakan penyelesaian hutang – piutang diantaranya :
1. penyelesaian hutang piutang dengan pola desentralisasi
2. penyelesaian hutang piutang secara terpusat
3. campuran dari kedua bentuk – bentuk ekstrim.

Adapun valuta – valuta asing yang dipelihara dan dijual belikan pada umumnya berbentuk :
1. mata uang asing yang konvertibel
2. saldo kredit pada bank – bank devisa
3. surat – surat wesel luar negeri
4. hak – hak penerimaan pembayaran dari penduduknegara lain dalam bentuk lainnya yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi.

Fungsi – fungsi pokok bank devisa pada dasarnya berupa :
a. melaksanakan transfer pembayaran internasional
b. menyediakan kredit untuk membiayai transaksi ekonomi internasional
c. menanggung resiko perubahan kurs valuta asing

Dibawah ini dimuat uraian singkat mengenai beberapa pengertian yang ada sangkut pautnya dengan masalah valuta asing dan bursa valuta asing :
A. Surat Wesel Dagang
Merupakan salah satu bentuk valuta asing. Dengan sendirinya surat wesel luar negeri yang dimaksud di sini hanya terbatas pada surat – surat wesel luar negeri yang nilainya dinyatakan dalam mata uang kuat.

B. Mata Uang Kuat Lawan Mata Uang Lemah
Mata uang kertas ada yang konvertibel dan ada pula yang tidak konvertibel. Sedangkan artian konvertibel atau inconvertibel juga ada dua macam yaitu :
a) ” inconvertibel” dalam artian tidak bebas untuk ditukarkan dengan emas atau ditukarkan dengan mata uang asing.
b) ”inconvertible” dalam arti sukar untuk ditukarkan dengan mata uang negara lain.

C. Hedging
Adalah apabila dalam perjanjian jual beli dijanjikan bahwa pembayaran dilakukan dengan menggunakan mata uang yang berlaku dinegara pengekspor maka resiko perubahan kurs akan ditanggung oleh pengimpor. Sebaliknya apabila pembayaran harus dilakukukan dengan mata uang negara pengimpor maka yang menanggung resiko yang timbul dari perubahan kurs valuta asing adalah pihak eksportir.

D. Arbitrage
Kalau kurs valuta asing yang terjadi dinegara yang satu berbeda dengan kurs valuta asing yang terjadi dinegara lain, maka biasanya akan timbul apa yang bioasa disebut dengan arbitrage. Arbitrage dapat dijalankan diantara Dua neegara, dapat juga diadakan diantara tiga negara atau lebih.
S

Ekonomi Uang dan Bank

PENDAHULUAN

Pengertian Uang

Uang memiliki peranan penting dalam menetukan kegiatan ekonomi masyarakat suatu negara. Sudah sejak lama para ahli ekonomi sepakat bahwa uang bisa berakibat baik bagi perekonomian, tetapi uang kadang-kadang juga bisa berakibat buruk bagi perekonomian, dan para ahli ekonom juga sepakat bahwa uang yang tersedia dalam perekonomian sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kesetabilan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara .
Uang adalah benda yang disetujui oleh masyarakat umum sebagai alat pelantara tukar menukar dalam perdagangan.Fungsi uang dalam perekonomian yaitu ;
1. sebagai alat pertukaran
2. sebagai pengukur nilai
3. sebagai perhitungan dan akuntansi
4. sebagai penyimpan nilai
5. sebagai instrumen term of payment
Motif orang menyimpan uang adalah;
1. motif transaksi
2. motif berjaga-jaga
3. motif spekulasi

Penggunaan uang memungkinkan roda perekonomian berjalan lancar. Hal ini terjadi karena perekonomian menghasilkan produk lebih banyak dan mengurangi waktu yang digunakan oleh para penjual dan pembeli dalam mengatur perekonomian dan transaksi.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka kita dapat melihat hal apa saja yang mempengaruhi permintaan uang, yaitu:
1. besar kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
2. cepat lambatnya laju peredaran uang.
3. motif memiliki uang tunai, J.M Keynes dalam teori liquidity preference: motif transaksi (transaction motive), motif berjaga-jaga (precautionary motive), motif spekulasi (speculative motive)

Bila ada hal yang mempengaruhi permintaan uang, berarti ada hal yang mempengaruhi penawaran uang juga, yaitu:
o tinggi rendahnya tingkat bunga
o tingkat pendapatan masyarakat
o jumlah penduduk
o keadaan letak geografis
o struktur ekonomi masyarakat
o penguasaan iptek
o globalisasi ekonomi
Macam Uang
a. Berdasarkan bahan uang dapat dibedakan menjadi uang logam dan uang kertas. Di dalam pembuatan uang logam tergantung dari berbagai jenis logam yang digunakan, antara lain : emas, perak, perunggu. Sedangkan untuk uang kertas berdasarkan perkembangan perekonomian akan mempunyai diversifikasi yaitu sebagai uang kartal dan sebagai uang giral.
b. Berdasarkan siapa pembuatnya, dibedakan uang kartal dan uang giral. Yang dimaksud uang kartal adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau bank sentral dalam bentuk uang kertas atau uang logam. Sedangkan uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank – bank umum.
c. Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi uang bernilai penuh dan uang yang tidak bernilai penuh atau yang dikenal sebagai “uang bertanda”. Yang dimaksud uang bernilai penuh adalah uang yang nilai bahannya sama dengan nilai nominal-nya, atau uang yang nilainya sebagai suatu barang untuk tujuan – tujuan yang bersifat moneter sedangkan uang yang tidak bernilai tidak penuhuang yang nilai instrinsiknya lebih kecil dari pada nilai nominalnya.

ISI

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah ( Bank Sentral ) untuk menambah dan mengurangi jumlah uang yang beredar. Sejak tahun 1945, kebijakan moneter hanya digunakan sebagai kebijakan ekonomi untuk mencapai stabilitaas ekonomi jangka pendek. Adapun kebijakan fiscal digunakan dalam pengendalian ekonomi jangka panjang. Namun pada saat ini kebijakan moneter merupakan kebijakan utama yang dipergunakan untuk pengendalian ekonomi jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar, pemerintah dapat melakukan kebijakan uang ketat dan kebijakan uang longgar.
1. Tight Money Policy, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara :
a. Menaikan suku bunga
b. Menjual surat berharga
c. Menaikan cadangan kas
d. Membatasi pemberian kredit

2. Easy Money Policy, yaitu kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral untuk menambah jumlah uang yang beredar dengan cara :
a. Menurunkan tungkat suku bunga
b. Membeli surat-surat berharga
c. Menurunkan cadangan Kas
d. Memberikan kredit longgar.
Jadi cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi inflasi adalah melalui kebijakan uang kertas, kebijakan fiscal, kebijakan produksi, kebijakan perdagangan internasional dan kebijakan harga.

Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :
 Kesempatan Kerja
Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Hal ini berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesehjateraan karyawan.

 Kestabilan harga
Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga yang akan masa depan.

 Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
• Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.
• Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Dari sisi politik kebijakan moneter dapat dibedakan atas:
1. Politik Uang Ketat (Tight Money Policy)
* Peningkatan suku bunga (discount policy)
* Penjualan SBI (open market policy)
* Peningkatan cadangan kas (cash ratio)
* Pengetatan pemberian kredit


2. Politik Uang Longgar ( Easy Money Policy)
* Penurunan tingkat suku bunga
* Pembelian SBI
* Penurunan cadangan kas
* Pemberian kredit longgar

KESIMPULAN

Uang memiliki peranan penting dalam menetukan kegiatan ekonomi masyarakat suatu negara. Uang adalah benda yang disetujui oleh masyarakat umum sebagai alat pelantara tukar menukar dalam perdagangan. Penggunaan uang memungkinkan roda perekonomian berjalan lancar. Hal ini terjadi karena perekonomian menghasilkan produk lebih banyak dan mengurangi waktu yang digunakan oleh para penjual dan pembeli dalam mengatur perekonomian dan transaksi.


Sumber :
 http://makalah-arsipku.blogspot.com/2010/12/uang-inflasi-dan-kebijakan-pemerintah.html
 http://enjhayagas.blog.com/2011/06/08/kebijakan-moneter/
 Catur Sugiyanto, Ekonomi Uang dan Bank ( Seri Diktat Kuliah)

Riset Pemasaran

Judul :

PENGARUH SIKAP DAN PERSEPSI TERHADAP MINAT MEMBELI HANDSET BLACKBERRY

Latar Belakang :
Perkembangan Smart mobile phone terus merajalela saat ini teerutama fenomena blackberry seolah-olah meluluh lantakkan berbagai macam fenomena-fenomena alam yang telah terjadi selama ini. Fenomena ini sedang melanda masyarakat kota besar hingga pelosok negeri. Yang muda ataupun tua, dari anak sekolah, kuliah hingga orang perkantoran.
Mulanya Blackberry adalah perangkat genggam nirkabel (wireless handheld device) dan kemudian berkembang menjadi perpaduan silang antara layanan e-mail gegas (push-mail), telepon bergerak (mobile phone), pesan pendek (SMS), faksimili internet, dan sarana berselancar (browsing) internet. Semuanya dalam satu paket. Dengan angka-angka penjualan yang terbilang fantastis dan permintaan pasar yang masih tinggi, terdapat pertanyaan : Mengapa Blackberry mampu menjelma menjadi demam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia? Dari segi harga, handset ini tidaklah murah, yaitu diatas rata-rata harga handphone yang beredar di pasar Indonesia, dan dari segi fitur, ada beberapa merk terkemuka di pasar ponsel yang mampu menyamai kelebihan yang dimiliki oleh Blackberry ini. Tapi kenyataannya, Blackberry tetap diminati. Sebuah trend memang senantiasa ditularkan dari pihak yang dikenal sebagai trendsetter.
Identifikasi Masalah :
1. Bagaimana Sikap memengaruhi Minat membeli?
2. Bagaimana Persepsi memengaruhi Minat membeli?

Masalah yang diajukan :
Mengapa Blackberry mampu menjelma menjadi demam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia?



Teori Singkat :
Sikap H1

Minat
Persepsi H2



Hipotesis

H1 : Variabel Sikap memengaruhi Minat membeli
H2 : Variabel Persepsi memengaruhi Minat membeli


Alat Analisis yang digunakan
Untuk mengelola data yang sudah terkumpul mencoba menggunakan alat analisis yaitu analisis faktor variabel minat, analisis faktor variabel persepsi, analisis variabel sikap, analisis korelasi dan analisis regresi.

Kamis, 20 Oktober 2011

Sindir Menyindir antar Provider

Sindir menyindir sudah biasa dilakukan sesama operator, bahkan terkadang mereka menyerang kompetitornya dengan cara yang sangat frontal. Seperti yang dilakukan provider CDMA milik Bakrie Telecom. Dalam peluncuran program terbaru Esia, mereka membandingkan tarif milik Esia dengan operator GSM, yang gemar mempopulerkan jargon '0,1 Rupiah'. Bahkan, di acara tersebut, mereka memplesetkan nama beberapa layanan milik operator mulai dari Telkomsel sampai dengan Indosat.

Produk Telkomsel berupa Simpati diubah namanya menjadi Simpatik. Begitu pula dengan layanan Telkomsel lainnya yaitu Kartu AS, diplesetkan menjadi ASal. Salah satu layanan milik PT Excelcomindo Pratama (XL), yaitu Bebas turut menjadi korban parodi Esia, yang direkayasa menjadi Bablas. Plesetan-plesetan itu bertebaran di berbagai sudut Wisma Bakrie melalui sejumlah banner yang membandingkan tarif Esia dengan operator lainnya.

Tidak hanya XL saja, Indosat yang populer mengusung Mentari juga tak luput diubah namanya menjadi Matahari, sedangkan IM3 dibuat menjadi I'm Sri. Malahan, dalam acara yang berlangsung di Wisma Bakrie 1 tersebut. Menurut hasil pendapat masyarakat "Dulu gue masih pakai Matahari untuk nelpon ke mana-mana. Tapi ya ampun, sebagai Miss Ring-ring, mahalnya minta ampun. Jadilah gue pindah ke Esia, karena nelpon lama atau sebentar tetap murah.

Testimoni yang tidak jauh berbeda juga dilontarkan Titi Kamal, menggunakan baju warna kuning khas Indosat, istri Christian Sugiono ini juga mengutarakan manfaatnya menggunakan Esia sebagai operator termurah, ketimbang providernya dulu.
Tak kelak, kehadiran Ivan Gunawan dan Titi Kamil seperti rombongan 'sakit hati' yang ingin berpindah ke lain hati. Karena seperti diketahui, kedua artis tersebut sudah tidak menghiasi iklan milik Indosat. Mereka diganti beberapa artis populer lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Bakrie Telecom Erik Meijer menilai apa yang dilakukan perusahannya masih dalam taraf wajar. Mengingat di dunia telekomunikasi merupakan hal yang lumrah, saling serang sesama operator. "Saya kira suatu hal yang wajar di dunia telekomunikasi, operator saling menyerang satu sama lain. Malahan, kita pun sering diserang operator lain,"

Sumber :
http://www.adandu.com/forum/id-1425

Sindir Menyindir antar Provider

Sindir menyindir sudah biasa dilakukan sesama operator, bahkan terkadang mereka menyerang kompetitornya dengan cara yang sangat frontal. Seperti yang dilakukan provider CDMA milik Bakrie Telecom. Dalam peluncuran program terbaru Esia, mereka membandingkan tarif milik Esia dengan operator GSM, yang gemar mempopulerkan jargon '0,1 Rupiah'. Bahkan, di acara tersebut, mereka memplesetkan nama beberapa layanan milik operator mulai dari Telkomsel sampai dengan Indosat.

Produk Telkomsel berupa Simpati diubah namanya menjadi Simpatik. Begitu pula dengan layanan Telkomsel lainnya yaitu Kartu AS, diplesetkan menjadi ASal. Salah satu layanan milik PT Excelcomindo Pratama (XL), yaitu Bebas turut menjadi korban parodi Esia, yang direkayasa menjadi Bablas. Plesetan-plesetan itu bertebaran di berbagai sudut Wisma Bakrie melalui sejumlah banner yang membandingkan tarif Esia dengan operator lainnya.

Tidak hanya XL saja, Indosat yang populer mengusung Mentari juga tak luput diubah namanya menjadi Matahari, sedangkan IM3 dibuat menjadi I'm Sri. Malahan, dalam acara yang berlangsung di Wisma Bakrie 1 tersebut. Menurut hasil pendapat masyarakat "Dulu gue masih pakai Matahari untuk nelpon ke mana-mana. Tapi ya ampun, sebagai Miss Ring-ring, mahalnya minta ampun. Jadilah gue pindah ke Esia, karena nelpon lama atau sebentar tetap murah.

Testimoni yang tidak jauh berbeda juga dilontarkan Titi Kamal, menggunakan baju warna kuning khas Indosat, istri Christian Sugiono ini juga mengutarakan manfaatnya menggunakan Esia sebagai operator termurah, ketimbang providernya dulu.
Tak kelak, kehadiran Ivan Gunawan dan Titi Kamil seperti rombongan 'sakit hati' yang ingin berpindah ke lain hati. Karena seperti diketahui, kedua artis tersebut sudah tidak menghiasi iklan milik Indosat. Mereka diganti beberapa artis populer lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Bakrie Telecom Erik Meijer menilai apa yang dilakukan perusahannya masih dalam taraf wajar. Mengingat di dunia telekomunikasi merupakan hal yang lumrah, saling serang sesama operator. "Saya kira suatu hal yang wajar di dunia telekomunikasi, operator saling menyerang satu sama lain. Malahan, kita pun sering diserang operator lain,"

Selasa, 18 Oktober 2011

CSR (Corporate Social Responsibility)

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. COntoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Ruang Lingkup CSR
1. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan – kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat luas.
2. Mematuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat baik yang berkaitan dengan kegiatan bisnis maupun kegiatan sosial pada umumnya.
3. Hormat pada hak dan kepentingan stakeholders yang mempunyai kepentingan langsung ataupun tidak langsung terhadap kepentingan bisnis.

Argumen yang menentang CSR
- Perhatian perusahaan menjadi terbagi – bagi dan tidak fokus.
- Kurangnya tenaga terampil dalam bidang kegiatan sosial.

Sumber : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/corporate-social-responsibility-csr.html