Selasa, 01 Mei 2012


SEJARAH MATA UANG EURO
Uni Eropa adalah sebuah organisasi antar-pemerintahan dan supra-nasional, yang terdiri dari negara-negara Eropa, sejak 1 januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Dari pergantian namanya dari "Masyarakat Ekonomi Eropa" ke "Masyarakat Eropa" hingga ke "Uni Eropa" menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan dalam UE.
Pembentukan mata uang Euro dan Perjanjian Maastricht terkait dengan adanya suatu kesepakatan dalam pertemuan negara-negara Eropa di Roma pada taun 1957 yang merencanakan terbentuknya pasar bersama dan penyatuan militer. Perencanaan ini diharapkan dapat berfungsi ganda yaitu, meningkatkan perdagangan dan usaha perlindungan terhadap negara-negara Eropa dari kerugian hasil Dollar dalam sistem moneter internasional. Euro adalah mata uang yang dipakai di 17 negara anggota Uni Eropa. Secara giral, mata uang ini mulai dipakai sejak tanggal 1 Januari 1999, tetapi secara fisik baru dipakai pada tanggal 1 Januari 2002.
Euro dari satu negara boleh dipakai di  Negara Eropa yang bergabung dalam mata uang tunggal euro  yang lain.Walaupun uang kertas Euro rupanya sama, tetapi ada juga perbedaan kecil, yaitu nomornya, sehingga bisa diketahui asalnya dari negara yang mana. Di Jerman nomornya mulai dengan X, Irlandia nomornya mulai dengan T, Belanda nomornya mulai dengan P, Yunani nomornya mulai dengan Y, Perancis nomornya mulai dengan U, Austria nomornya mulai dengan N, Finlandia nomornya mulai dengan L, Belgia nomornya mulai dengan Z, Italia nomornya mulai dengan S, Portugal nomornya mulai dengan M. dan  Spanyol nomornya mulai dengan V.
Ada tujuh-belas negara anggota Uni Eropa yang menggunakan Euro sebagai mata uang. Wilayah pengguna mata uang ini disebut sebagai Zona Euro. Sebelas negara pertama mulai menggunakan sejak awal 1999. Yunani menjadi pengguna ke-12 sejak awal 2001. Mulai tanggal 1 Januari 2007 Slovenia turut bergabung. Siprus dan Malta menggunakan sejak 1 Januari 2008. Yang terakhir adalah Slovakia, yang bergabung mulai 1 Januari 2009. Negara-negara pengguna mata uang ini adalah : Jerman, Irlandia, Belanda, Perancis, Luxemburg, Austria, Finlandia, Belgia, Italia, Portugal, Spanyol, Yunani, Slovenia, Siprus, Malta, Slowakia dan Estonia. Selain itu beberapa negara kecil juga memakai Euro: Andorra, Monako, San Marino dan Vatikan. Beberapa daerah juga diperbolehkan memakai Euro sebagai mata uang: Montenegro dan Kosovo.
Implikasi Mata Uang Euro Terhadap Keuangan dan Bisnis Internasional
European Economic and Monetary Union (EMU) dibentuk sebagai alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan full economic integration yang bertujuan agar Uni Eropa dapat menciptakan Pasar Tunggal Eropa yang memiliki kapabilitas untuk berperan sebagai suatu blok perdagangan yang handal dalam menghadapi persaingan global. Secara umum kerangka pembangunan EMU mencakup pengembangan institusional dengan membentuk beberapa lembaga seperti EMI (Europe Monetary Institute), ECB (Europe Cental Bank) beserta sistemnya yang disebut ESCB (European System of Central Bank) dengan spesifikasi: ESCB untuk menciptakan stabilitas harga, ECB sebagai pengendali penyatuan moneter Eropa, dan EMI untuk mempesiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan otoritas moneter Uni Eropa.
Potensi Ekonomi EMU terhadap Uni Eropa
Ada beberapa bentuk keuntungan ekonomi yang diharapkan akan dapat diperoleh dengan diberlakukannya EMU ialah adanya potensi untuk meningkatan mobilitas modal, peningkatan sumber daya, penghapusan batasan ekonomi di Eropa, meningkatkan ekspor, mengurangi pengangguran, meningkatkan kerjasama regional Uni Eropa dan mendapatkan kestabilan kondisi sosial negara-negara Uni Eropa.
Berbagai keuntungan yang diperoleh dari pembentukan EMU di sektor perdagangan internasional, investasi maupun industri pada dasarnya hanya akan terealisasi pada saat diterapkannya pengelolaan yang amat baik oleh negara-negara anggota Uni Eropa yang juga tergabung dalam EMU. Keuntungan-keuntungan ini tidak hanya akan terlihat dari pemberlakuan suku bunga, akan tetapi juga dari perkembangan GDP yang terjadi tiap tahunnya.

Potensi Ancaman Euro terhadap Dollar
Kehadiran Euro sebagai alat transaksi perdagangan cross-border di kawasan Eropa bagi negara-negara Uni Eropa diharapkan akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Dollar Amerika Serikat. Hal ini disebabkan dominasi peredaran Dollar Amerika Serikat tidak hanya di kawasan Eropa namun juga di dunia internasional. Keadaan inilah yang mendasari para pemimpin untuk membentuk mata uang baru secara regional sebagai pesaing bagi Dollar Amerika Serikat dalam pergdagangan internasional.
Aksi ini merupakan suatu sikap positif dan rasional dalam menghadapi dominasi Amerika Serikat dalam pengaturan pasar dunia dan sistem moneter internasional, terutama pertukaran mata uang dan transaksi bisnis. Didasari oleh tingkat kuantitas, terlihat bahwa sektor perdagangan internasional, pertukaran mata uang dan ekspor-impor, keberadaan Euro telah bergerak ke arah terbentuknya dominasi dalam pengaturan pasar dan sistem moneter. Oleh karena itu, mata uang Euro memiliki potensi kuat untuk berperan penting dalam sistem perekonomian global, terutama sebagai penguat sistem perekonomian di negara-negara Uni Eropa untuk dapat mengimbangi kekuatan perekonomian dari Amerika Serikat.
Penetapan Kebijakan Moneter dan Fiskal
Kekuatan Dollar telah mempengaruhi terjadinya ketidakstabilan terhadap sistem moneter internasional. Dengan besarnya ketergantungan masyarakat internasional dan Eropa terhadap mata uang Amerika Serikat itu, maka kebijakan pemerintah Amerika Serikat di tahun 1976 dalam menetapkan sistem kurs mengambang telah memberikan resiko fluktuasi kepada nilai tukar dari dolar.
Beberapa tahapan yang dilakukan oleh EMU dalam menjaga stabilitas nilai mata uang Euro pada akhirnya ditujukan untuk mendukung keberadaan dan peranan Euro agar menjadi mata uang yang kompetitif dalam perdagangan internasional khususnya di kawasan Eropa. Hal ini tentunya membutuhkan usaha keras untuk menyeimbangkan keberadaannya dengan hegemoni Dollar Amerika Serikat di dunia internasional.Kebijakan moneter dan fiskal adalah pondasi dan peluang bagi Eropa dalam pembentukan mata uang tunggal Euro.
Implikasi Mata Uang Euro Terhadap Perekonomian Indonesia dan Dunia
Diberlakukannya mata uang tunggal euro, dalam jangka panjang hal tersebut akan memiliki dampak tersendiri terhadap perekonomian RI serta transaksi perdagangan ke negara-negara Uni Eropa. Dalam jangka panjang, keberadaan euro yang stabil bisa menjadi alternatif cadangan devisa RI yang selama ini selalu bergantung pada dolar AS. Euro yang stabil atau lebih kuat dari dolar dalam jangka panjang justru lebih disukai oleh para pengusaha RI yang banyak melakukan transaksi dengan negara-negara Eropa. Hal tersebut bisa mengakibatkan mereka melepas simpanan dolar yang dimiliki. Karena itu, Bank Indonesia harus mengatur kembali cadangan devisa RI sehingga tidak terlalu berat pada dolar AS. Jika nantinya transaksi perdagangan dengan Uni Eropa dilaksanakan dalam euro, BI harus memiliki cadangan euro yang cukup, terutama untuk transaksi impor. Jika dalam perjalanannya, nilai tukar euro lebih kuat dibanding dolar AS, para eksportir RI ke negara-negara Uni Eropa akan memperoleh pendapatan riel yang lebih tinggi dalam euro, karena selama ini mereka bertransaksi hanya dengan dolar US.
Kesuksesan referendum kedua bagi Traktat Nice pada bulan Oktober tahun 2002 lalu dimana 63 persen anggota Uni Eropa setuju akan perluasan keanggotaan yang nantinya akan menyatukan semua negara Eropa. Dengan disetujuinya traktat itu maka Uni Eropa akan menjadi raksasa ekonomi yang akan semakin diperhitungkan eksistensinya dalam percaturan politik dan perekonomian internasional.
Perkembangan lain yang dapat dilihat untuk menunjukkan adanya peningkatan peran Euro dalam perdagangan internasional adalah: Volum perdagangan internasional dalam hal ini Uni Eropa menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun sejak berlakunya Euro, keberhasilan ECB dalam menetapkan suku bunga pada tahun 2003 dan nilai tukar Euro yang terus menguat atas Dollar.
Dengan demikian optimisme akan peningkatan peran Euro dalam perdagangan internasional juga disebabkan, dalam penggunaannya Euro memiliki potensi yang amat besar. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilaukan oleh lembga keuangan Amerika Serikat pada tahun 2000 diketahui bahwa 60 % responden ternyat lebih menyukai Euro daripada Dollar Ameirka Seikat yang hanya memperoleh dukungan dari 20% responden.
Namun, kemungkinan besar keseimbangan peran dan keberadaan diantara Euro dan Dollar dalam perdagangan internasional tidak pernah lepas dari adanya dukungan stabilitas militer serta peningkatan kuantitas perekonomian di negara-negara anggota Uni Eropa. Karena pada kenyataannya, di dunia internasional hegemoni sistem moneter yang sebelumnya dikendalikan Inggris dengan Poundsterlingnya pada abad 19 dapat mengalami peralihan ke Dollar, itu berarti peralihan hegemoni Dollar kepada Euro bukan suatu hal yang mustahil terjadi dalam sistem perekonomian global di masa yang akan datang.
Prospek dan Kemungkinan Kegagalan Euro
 Sejak menginjak usia ke delapan sampai kini di usia yang kedelapan belas, Euro terus kehilangan daya belinya. Terhadap emas daya beli Euro sekarang hanya kurang dari 1/3 dibandingkan dengan daya belinya ketika lahir 18 tahun lalu. Ilustrasi grafik dibawah menggambarkan situasi ini. Dibandingkan dengan US$ memang Euro masih relatif baik, tetapi ini karena US$-nya yang berkinerja sangat buruk beberapa tahun terakhir. Kinerja yang sesungguhnya dapat dilihat pada daya belinya terhadap emas yang terus merosot.
 
Kemungkinan kegagalan Euro ini menunjukkan bahwa tidak ada mata uang kertas yang mampu mempertahankan daya belinya dalam jangka menengah apalagi dalam jangka panjang. Bila Euro saja yang dilahirkan di jaman modern dengan dukungan sejumlah besar negara-negara di zona ekonomi paling maju di dunia tidak mampu mempertahankan eksistensinya dalam jangka panjang, lantas apakah kita bisa yakin bahwa mata uang yang kekuatannya hanya mengandalkan ekonomi satu negara yang biasa-biasa saja akan mampu bertahan?
Beberapa tahun terakhir muncul krisis ekonomi di sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Portugal, Irlandia dan Spanyol yang diwarnai dengan kelesuan dan defisit anggaran dalam jumlah besar. Seiring dengan itu, nilai tukar mata uang Euro juga melemah di banding mata uang lainnya. Kondisi itu membuat sejumlah negara seperti Jerman yang mendukung pemberian dana bantuan untuk menyelamatkan negara-negara Eropa yang terlilit utang, mengkhawatirkan membengkaknya pendanaan ini. Di sisi lain, program penyelamatan ekonomi yang dilaksanakan dengan cara pengetatan ekonomi telah menimbulkan gejolak dan protes rakyat.
Banyak pakar yang meyakini bahwa krisis ini tidak hanya melanda negara-negara seperti Yunani. Sebab, negara-negara kaya seperti Italia, Perancis dan Jerman juga dililit utang yang semakin membengkak. Tak hanya itu, negara-negara anggota Uni Eropa yang tidak menggunakan mata uang Euro juga terkena imbas dari krisis yang ada.
Badai krisis yang dialami negara-negara Eropa memiliki efek domino terhadap negara-negara Eropa lain. Negara-negara seperti Irlandia, Portugal,Hungaria dan Spanyol terseret dalam badai krisis ekonomi domestik bahkan Irlandia hingga harus mendapat suntikan dana dari otoritas moneter Eropa dan International Moneter Fondation (IMF) sebagai langkah penyelamatan Irlandia kedalam krisis yang lebih jauh. Dengan alasan, bail out dibutuhkan untuk stabilitas financial di Eropa, terutama menjaga nilai mata uang euro.
Penyatuan Mata Uang Eropa
            Perhimpunan negara-negara se-Asia Tenggara (ASEAN) mengkaji kembali wacana penyatuan mata uang tunggal dalam mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN setelah melihat krisis ekonomi yang terjadi di Eropa. Saat ini para negara ASEAN masih mempelajari mekanisme pembuatan mata uang tunggal dari benua biru tersebut. Namun, ada kemungkinan wacana mata uang tunggal ini batal direalisasikan. Alasannya, penggunaan mata uang tunggal bisa berdampak buruk bagi kondisi ekonomi bila terjadi krisis di Asia Tenggara. Pasalnya, kapasitas ekonomi di negara-negara ASEAN masih sangat beragam.
            Akibatnya, perbedaan nilai tukar mata uang negara satu dengan yang lain masih cukup tinggi. Jadi sebaiknya para pemimpin ASEAN belajar dari pengalaman zona Eropa dan masing-masing menghormati keberagaman mata uang di ASEAN ini. Sebagaimana diketahui, saat ini kawasan pengguna mata uang tunggal Eropa, yakni euro, yang terdiri atas 17 negara di Eropa, sedang dihadapkan pada krisis utang yang bejibun. Berawal dari krisis utang Yunani yang rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 160%, kini beberapa negara sekawasan dihadapkan pada persoalan pelik yang sama. Hampir semua negara-negara yang tergolong dalam GIPSI (Yunani, Itali, Portugal, Spanyol, dan Irlandia) memiliki radio utang terhadap PDB berkisar 100%. Padahal ambang batas amannya adalah maksimal 60%. Alhasil, masuk akal apabila lembaga-lembaga rating internasional menurunkan peringkat utang tersebut. Pendirian mata uang tunggal ASEAN, muncul pula pandangan bahwa penerapan mata uang tunggal itu harus hati-hati. Alasannya, penggunaan mata uang tunggal akan sangat rawan jika terjadi krisis. Sebagaimana yang terjadi saat krisis tahun 2007-2008, maka negara-negara ASEAN harus membangun sistem keuangan yang jauh lebih tahan krisis.
            Pengkajian soal rencana penggunaan mata uang tunggal harus mempertimbangkan beberapa aspek berikut ini. Pertama, kesetaraan profil kinerja ekonomi. Sepuluh anggota ASEAN yang sudah ada idealnya memiliki kinerja ekonomi yang setara. Krisis utang Yunani sebagai anggota Zona Euro menjadi contoh betapa sebenarnya Yunani belum layak masuk ke Zona Euro karena kemampuan manajemen perekonomiannya masih lemah dibandingkan 16 negara lainnya. Kedua, kesamaan infrastruktur dan industri keuangan. Diantara sesama anggota ASEAN, boleh jadi hanya Singapura yang sudah memiliki infrastruktur yang amat memadai dengan industri keuangan yang lebih modern. Di bawah Singapura adalah Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Sementara Kamboja, Vietnam dan Timor Leste rasanya masih jauh tertinggal. Ketiga, disiplin fiskal dari masing-masing negara anggota. Harus ada kesepakatan kolegial dari seluruh anggota untuk menjalankan disiplin anggaran atau fiskal agar tidak terjerumus seperti Yunani. Komunikasi dan koordinasi yang intensif harus dilakukan sehingga setiap anggota bisa mengetahui kemampuan fiskal anggota lainnya. Keempat, rasio defisit anggaran yang disetujui bersama. Jika menggunakan kesepakatan OECD, maka rasio defisit terhadap anggaran (APBN) yang ditolerir adalah maksimal sebesar 2,5%. Tidak boleh di atas ambang batas itu. Dengan demikian maka ketahanan fiskal atau anggaran setiap anggota dapat dijaga dengan optimal. Kelima, proporsi utang domestik dan luar negeri yang ideal. Tentu yang dimaksud ideal adalah rasio utang terhadap PDB hendaknya jangan melampaui 60% sebagai kesepakatan internasional. Jika ada anggota ASEAN yang memiliki rasio utang melebihi 60%, maka negara-negara lainnya harus siap membantu agar tidak terjadi gagal bayar (default) atas surat-surat utang yang diterbitkannya. Kegagalan bayar bisa memengaruhi penurunan peringkat sovereign risk negara tersebut. Keenam, penentuan tentang siapa yang layak menjadi pemimpin ASEAN. Mengacu kepada kawasan Euro, maka Jerman dan Perancis dengan dukungan perekonomian yang kuat sepertinya menjadi pemimpin bagi 17 negara anggota Euro. Untuk ASEAN, harus disepakati negara mana yang harus menjadi pemimpin. Solusi yang bisa diberikan untuk menciptakan keadilan adalah dilakukan secara bergiliran diantara anggota ASEAN untuk periode 2-3 tahun sekali.
            Dari gambaran di atas, sepertinya wacana pembentukan mata uang tunggal ASEAN masih jauh dari harapan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dulu ketimbang menyelesaikan rencana penggunaan mata uang tunggal ASEAN. Lebih penting adalah menyiapkan diri memasuki ASEAN Economic Community pada tahun 2015 mendatang.

Active and Passive Sentence
                Dalam Kalimat bahasa inggris pun dikenal kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif menekankan pada subjek yang melakukan tindakan atau kegiatan tertentu. Sebaliknya kalimat pasif menekankan pada objek yang telah dikenal tindakan atau kegiatan tertentu dari subjek tersebut.
            Untuk mengubah kalimat aktif menjai kalimat pasif, perlu dipertimbangkan dulu bentuk waktu (tense) yang digunakan dalam kalimat aktifnya. Kalimat ini berbentuk simple present tense. Untuk mengubahnya menjadi kalimat pasif, objek dari kalimat tersebut dipindahkan keawal kalimat atau dipertukarkan dengn posisi subjek sebelumnya memang ada diawal kalimt. Selanjutnya, objek tersebut diberi to be dan ditambahkn dengan kata kerja bentuk ketiga (verb 3) dari kata kerja yang ada didalam kalimat aktif tersebut.
            Frasa by me dalam kalimat pasif biasanya dapat dihilangkan karna mengacu pada subjek I (saya. Maka untuk subjek lainnya, lebih baik disebutkan kembali dalam kalimat pasifnya. Namun, bila ingin dihilangkan sma sekali tidak akan mengganggu dan mempengaruhi konteks dan makna kalimatnya.
  Contoh :
Kalimat Aktif
Kalimat Pasif
Alice is writing a story book.
The story book is being written by Alice.
Diana and Terry are killing some snakes near  the pond.
The snakes are being killed by Diana and Terry near the pond.

Sumber :
Penulis : Andika Pratiwi
Judul : 100% Best Guide to TOEFL
Penerbit : Laskar Aksara
Tahun Terbit : Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
                           Cetakan I 2010
                           Cetakan II 2011

Present Perfect Progressive Tense
            Digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa yang sedang berlangsung dan masih berlangsung diwaktu mendalam. Tenses jenis ini menunjukkan sebuah durasi waktu tertentu suatu perbuatan dilakukan.
            Penggunaan Present Perfect Progressive Tense hampir sama dengan penggunaan Present Perfect Tense. Tetapi Present Perfect Progressive Tense member tekanan bahwa peristiwa atau kegiatannya terus menerus berlangsung terjadi tanpa berhenti sampai sekarang.
*Digunakan ketika perbuatan sudah dimulai pada saat yang lalu dan masih dilanjutkan sampai saat sekarang.
a. He has been writing for two hours
b. We have been studiying English since 1995
c. They have been waiting for you since 08:00
Cara Membentuk Present Perfect Progressive Tense
Kata kerja yang berbentuk Present Perfect Progressive Tense mempunyai 3 betuk bagian:
1.      Present Perfect Progressive Tense mempunyai bagian yang berbentuk progressive (sedang) maka kata kerjanya berbentuk ING dipergunakan juga dan cara membentuknya sama dengan yang dijelaskan dalam bentuk Present Perfect Progressive dan Past Progressive.
2.      Progressive Tense mempergunakan kata kerja bentuk BE maka present perfect progressive itu juga memakainya. Bentuk yang dipakainya adalah BEEN.
3.      Bentuk Perfect mempergunakan kata kerja bantu HAVE/HAS. Maka dala Present Perfect Progressive juga memakainya. Bentuk HAVE/HAS yang dipakai adalah bentuk sekarang.

            Cara Penggunaan Present Perfect Progressive Tense dalam kalimat :
Positive Sentence  
structure   :
S + Have/Has + Been + Verb + Ing + O

a.       You have been working here for two years.
b.      He has been teaching us since last years.
c.       They have been watching DVD the whole night.

Negative Sentence
Structure : 
S + Have/Has + Not + Been + Verb + Ing + O

a.       I have not been working for two week
b.      It has not been reading since morning
c.       He has not been living in lenteng for two years
Sumber :
Penulis : Suryadi Junaida, S.Pd
Judul : Complete English Grammar
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit : 1. Cetakan I Maret 2007
                        2. Cetakan II Desember 2007
                        3. Edisi revisi Desember 2008
                        4. Edisi revisi Juli 2011

Senin, 02 April 2012

Kreativ dan Inovasi

Kreativitas
Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dituntut dalam pekerjaan dan diperlukan untuk pembangunan. Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional.
Kreativitas menurut para ahli :
1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta.
2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya adalah merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Proses pemikiran kreatif
Proses pemikiran untuk menyelesaikan masalah secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan . Pemecahan masalah adalah kombinasi dari pemikiran logis dan kreatif. Secara umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis. Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi—yang disebut dengan aktivitas kreatif.
Bagan Proses Pimikiran Otak
Otak Kiri Otak Kanan
 Vertikal
 Kritis
 Strategis
 Analistis  Lateral
 Hasil
 Kreatif
Keterangan:
Berpikir Vertikal. Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.
Berpikir Lateral. Melihat permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga ke tangga lainnya.
Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat, seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk.
Berpikir Analitis. Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda menjadi bagian-bagian. Menguji setiap bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan cara-cara baru.
Berpikir Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut yang mungkin.
Berpikir tentang Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang dikehendaki.
Berpikir Kreatif. Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan menggunakan kombinasi dari semua proses.
Mengembangkan kreativitas Setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner mendifinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya.

Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.
Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.
Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara strategis.
Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman
Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting atau dalam bidang banguan atau konstruksi.
Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan banyak penampil puncak dalam setiap bidang. Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.
Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi. Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh. Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada “banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran dapat didekati dari berbagai prespektif. Dan ketika orang mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan
Inovasi
Menurut Zimmerer dan Scarborough (2005), inovasi merupakan kemampuan untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan, berikut dengan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan seseorang. Dengan inovasi maka seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, pemasaran, sistem pengiriman, dan kebijakan. Tidak hanya bagi perusahaan tapi juga stakeholder dan masyarakat (dalam de Jong & Den Hartog, 2003).
’Kebaruan’ juga terkait dimensi ruang dan waktu
• ’Kebaruan’ terikat dimensi ruang, suatu produk atau jasa akan dipandang sebagai sesuatu yang baru di suatu tempat tetapi bukan barang baru lagi di tempat yang lain.
• ’Kebaruan’ terikat dengan dimensi waktu, kebaruan di jamannya.

Ada lima jenis inovasi yang dapat dilakukan oleh Entrepreneur yaitu :
- Pengenalan barang baru, atau perbaikan barang yang sudah ada
- Pengenalan metode produksi baru
- Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor pada daerah baru
- Penciptaan/pengadaan persediaan bahan mentah atau setengah jadi
- Penciptaan suatu bentuk organisasi industri baru

ACTIONS SPEAKS LOUDER THAN WORDS

ACTIONS SPEAKS LOUDER THAN WORDS

From the ancient time, by actions, human being has been constructed the world. Many wonders around the world are created buy human labor. Also, by working, human being has made many advancements in many areas. In contrast, words sometime are not reliable, they do not correspond to work. Therefore, I am in agreement that actions speak louder than words.

The sentiment behind the saying actions speak louder than words is expressed in many cultures. There are certainly references to sayings like it in antiquity, but it may have been first expressed in English in the 1700s. The first reference in English very similar to it is in the book Will and Doom, written by Gersham Bulkeley in 1692, who speaks of actions as “more significant than words.”

The basic idea of Bulkeley’s, which was not new in expression, is that actions speak louder than words as a greater determinant of behavior and character. People can say anything, but when what they say and do are contrary, it’s easier to judge by what is done instead of by what is said. The phrase “saying one thing and doing another,” is related to this idea.

Another way of looking at this old saying, “actions speak louder than words,” is as a guide for how to live life. Actions should meet verbal obligations or sentiments, and they should not contradict them. If a person constantly talks about the plight of the poor but never thinks of donating to a charity or in any way mitigating that plight, their words have a hollowness or empty quality.

There is actually legitimate and ongoing scrutiny about whether actions speak louder than words all of the time and in all places. Words are important, and people do listen to them. They don’t always wait to judge whether words are backed up with action, though this might be the wiser course.
In one form of journalism, called “gotcha journalism,” writers and newscasters attempt to catch people either contradicting themselves with other words, or acting in a manner inconsistent with what they’ve said. It’s not always known whether actions or words become the determining factor in the popularity of celebrities or politicians; despite actions to the contrary, sometimes words win, and persons not entitled to popularity retain it because of their skill with language or other forms of appeal.
However there is certainly evidence that actions speak than louder than words in a variety of circumstances. The parent who tells a child not to smoke and then lights a cigarette is unlikely to convince that child of the evils of smoking. This has been proven by statistical information showing the greater likelihood of children becoming smokers if their parents smoke. Clearly, in some instances, actions will influence more than words, and though words remain powerful, how people act may mitigate the effects of language, or prove its power.