Selasa, 01 Mei 2012


Active and Passive Sentence
                Dalam Kalimat bahasa inggris pun dikenal kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif menekankan pada subjek yang melakukan tindakan atau kegiatan tertentu. Sebaliknya kalimat pasif menekankan pada objek yang telah dikenal tindakan atau kegiatan tertentu dari subjek tersebut.
            Untuk mengubah kalimat aktif menjai kalimat pasif, perlu dipertimbangkan dulu bentuk waktu (tense) yang digunakan dalam kalimat aktifnya. Kalimat ini berbentuk simple present tense. Untuk mengubahnya menjadi kalimat pasif, objek dari kalimat tersebut dipindahkan keawal kalimat atau dipertukarkan dengn posisi subjek sebelumnya memang ada diawal kalimt. Selanjutnya, objek tersebut diberi to be dan ditambahkn dengan kata kerja bentuk ketiga (verb 3) dari kata kerja yang ada didalam kalimat aktif tersebut.
            Frasa by me dalam kalimat pasif biasanya dapat dihilangkan karna mengacu pada subjek I (saya. Maka untuk subjek lainnya, lebih baik disebutkan kembali dalam kalimat pasifnya. Namun, bila ingin dihilangkan sma sekali tidak akan mengganggu dan mempengaruhi konteks dan makna kalimatnya.
  Contoh :
Kalimat Aktif
Kalimat Pasif
Alice is writing a story book.
The story book is being written by Alice.
Diana and Terry are killing some snakes near  the pond.
The snakes are being killed by Diana and Terry near the pond.

Sumber :
Penulis : Andika Pratiwi
Judul : 100% Best Guide to TOEFL
Penerbit : Laskar Aksara
Tahun Terbit : Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
                           Cetakan I 2010
                           Cetakan II 2011

Present Perfect Progressive Tense
            Digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa yang sedang berlangsung dan masih berlangsung diwaktu mendalam. Tenses jenis ini menunjukkan sebuah durasi waktu tertentu suatu perbuatan dilakukan.
            Penggunaan Present Perfect Progressive Tense hampir sama dengan penggunaan Present Perfect Tense. Tetapi Present Perfect Progressive Tense member tekanan bahwa peristiwa atau kegiatannya terus menerus berlangsung terjadi tanpa berhenti sampai sekarang.
*Digunakan ketika perbuatan sudah dimulai pada saat yang lalu dan masih dilanjutkan sampai saat sekarang.
a. He has been writing for two hours
b. We have been studiying English since 1995
c. They have been waiting for you since 08:00
Cara Membentuk Present Perfect Progressive Tense
Kata kerja yang berbentuk Present Perfect Progressive Tense mempunyai 3 betuk bagian:
1.      Present Perfect Progressive Tense mempunyai bagian yang berbentuk progressive (sedang) maka kata kerjanya berbentuk ING dipergunakan juga dan cara membentuknya sama dengan yang dijelaskan dalam bentuk Present Perfect Progressive dan Past Progressive.
2.      Progressive Tense mempergunakan kata kerja bentuk BE maka present perfect progressive itu juga memakainya. Bentuk yang dipakainya adalah BEEN.
3.      Bentuk Perfect mempergunakan kata kerja bantu HAVE/HAS. Maka dala Present Perfect Progressive juga memakainya. Bentuk HAVE/HAS yang dipakai adalah bentuk sekarang.

            Cara Penggunaan Present Perfect Progressive Tense dalam kalimat :
Positive Sentence  
structure   :
S + Have/Has + Been + Verb + Ing + O

a.       You have been working here for two years.
b.      He has been teaching us since last years.
c.       They have been watching DVD the whole night.

Negative Sentence
Structure : 
S + Have/Has + Not + Been + Verb + Ing + O

a.       I have not been working for two week
b.      It has not been reading since morning
c.       He has not been living in lenteng for two years
Sumber :
Penulis : Suryadi Junaida, S.Pd
Judul : Complete English Grammar
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit : 1. Cetakan I Maret 2007
                        2. Cetakan II Desember 2007
                        3. Edisi revisi Desember 2008
                        4. Edisi revisi Juli 2011

Senin, 02 April 2012

Kreativ dan Inovasi

Kreativitas
Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dituntut dalam pekerjaan dan diperlukan untuk pembangunan. Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional.
Kreativitas menurut para ahli :
1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta.
2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya adalah merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Proses pemikiran kreatif
Proses pemikiran untuk menyelesaikan masalah secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan . Pemecahan masalah adalah kombinasi dari pemikiran logis dan kreatif. Secara umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis. Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi—yang disebut dengan aktivitas kreatif.
Bagan Proses Pimikiran Otak
Otak Kiri Otak Kanan
 Vertikal
 Kritis
 Strategis
 Analistis  Lateral
 Hasil
 Kreatif
Keterangan:
Berpikir Vertikal. Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.
Berpikir Lateral. Melihat permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga ke tangga lainnya.
Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat, seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk.
Berpikir Analitis. Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda menjadi bagian-bagian. Menguji setiap bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan cara-cara baru.
Berpikir Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut yang mungkin.
Berpikir tentang Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang dikehendaki.
Berpikir Kreatif. Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan menggunakan kombinasi dari semua proses.
Mengembangkan kreativitas Setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner mendifinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya.

Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.
Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.
Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara strategis.
Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman
Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting atau dalam bidang banguan atau konstruksi.
Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan banyak penampil puncak dalam setiap bidang. Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.
Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi. Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh. Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada “banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran dapat didekati dari berbagai prespektif. Dan ketika orang mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan
Inovasi
Menurut Zimmerer dan Scarborough (2005), inovasi merupakan kemampuan untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan, berikut dengan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan seseorang. Dengan inovasi maka seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, pemasaran, sistem pengiriman, dan kebijakan. Tidak hanya bagi perusahaan tapi juga stakeholder dan masyarakat (dalam de Jong & Den Hartog, 2003).
’Kebaruan’ juga terkait dimensi ruang dan waktu
• ’Kebaruan’ terikat dimensi ruang, suatu produk atau jasa akan dipandang sebagai sesuatu yang baru di suatu tempat tetapi bukan barang baru lagi di tempat yang lain.
• ’Kebaruan’ terikat dengan dimensi waktu, kebaruan di jamannya.

Ada lima jenis inovasi yang dapat dilakukan oleh Entrepreneur yaitu :
- Pengenalan barang baru, atau perbaikan barang yang sudah ada
- Pengenalan metode produksi baru
- Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor pada daerah baru
- Penciptaan/pengadaan persediaan bahan mentah atau setengah jadi
- Penciptaan suatu bentuk organisasi industri baru

ACTIONS SPEAKS LOUDER THAN WORDS

ACTIONS SPEAKS LOUDER THAN WORDS

From the ancient time, by actions, human being has been constructed the world. Many wonders around the world are created buy human labor. Also, by working, human being has made many advancements in many areas. In contrast, words sometime are not reliable, they do not correspond to work. Therefore, I am in agreement that actions speak louder than words.

The sentiment behind the saying actions speak louder than words is expressed in many cultures. There are certainly references to sayings like it in antiquity, but it may have been first expressed in English in the 1700s. The first reference in English very similar to it is in the book Will and Doom, written by Gersham Bulkeley in 1692, who speaks of actions as “more significant than words.”

The basic idea of Bulkeley’s, which was not new in expression, is that actions speak louder than words as a greater determinant of behavior and character. People can say anything, but when what they say and do are contrary, it’s easier to judge by what is done instead of by what is said. The phrase “saying one thing and doing another,” is related to this idea.

Another way of looking at this old saying, “actions speak louder than words,” is as a guide for how to live life. Actions should meet verbal obligations or sentiments, and they should not contradict them. If a person constantly talks about the plight of the poor but never thinks of donating to a charity or in any way mitigating that plight, their words have a hollowness or empty quality.

There is actually legitimate and ongoing scrutiny about whether actions speak louder than words all of the time and in all places. Words are important, and people do listen to them. They don’t always wait to judge whether words are backed up with action, though this might be the wiser course.
In one form of journalism, called “gotcha journalism,” writers and newscasters attempt to catch people either contradicting themselves with other words, or acting in a manner inconsistent with what they’ve said. It’s not always known whether actions or words become the determining factor in the popularity of celebrities or politicians; despite actions to the contrary, sometimes words win, and persons not entitled to popularity retain it because of their skill with language or other forms of appeal.
However there is certainly evidence that actions speak than louder than words in a variety of circumstances. The parent who tells a child not to smoke and then lights a cigarette is unlikely to convince that child of the evils of smoking. This has been proven by statistical information showing the greater likelihood of children becoming smokers if their parents smoke. Clearly, in some instances, actions will influence more than words, and though words remain powerful, how people act may mitigate the effects of language, or prove its power.

Jumat, 18 November 2011

contoh kasus konflik buruh dengan PT Megariamas

Contoh kasus :
Konflik Buruh Dengan PT Megariamas
Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu-Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT Megariamas Sentosa, Selasa (23/9) siang ‘menyerbu’ Kantor Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Utara di Jl Plumpang Raya, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Mereka menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mempekerjakan mereka karena mangkir memberikan tunjangan hari raya (THR).

Ratusan buruh PT Megariamas Sentosa yang berlokasi di Jl Jembatan III Ruko 36 Q, Pluit, Penjaringan, Jakut, datang sekitar pukuk 12.00 WIB. Sebelum ditemui Kasudin Nakertrans Jakut, mereka menggelar orasi yang diwarnai aneka macam poster yang mengecam usaha perusahaan menahan THR mereka. Padahal THR merupakan kewajiban perusahaan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4/1994 tentang THR.

“Kami menuntut hak kami untuk mendapatkan THR sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan jangan dikarenakan ada konflik internal kami tidak mendapatkan THR, karena setahu kami perusahaan garmen tersebut tidak merugi, bahkan sebaliknya. Jadi kami minta pihak Sudin Nakertrans Jakut bisa memfasilitasi kami,” jelas Abidin, koordinator unjuk rasa ketika berorasi di tengah-tengah rekannya yang didominasi kaum perempuan itu, Selasa (23/9) di depan kantor Sudin Nakertrans Jakut. Sekedar diketahui ratusan buruh perusahaan garmen dengan memproduksi pakaian dalam merek Sorella, Pieree Cardine, Felahcy, dan Young Heart untuk ekspor itu telah berdiri sejak 1989 ini mempekerjakan sekitar 800 karyawan yang mayoritas perempuan.

Demonstrasi ke Kantor Nakertrans bukan yang pertama, sebelumnya ratusan buruh ini juga mengadukan nasibnya karena perusahan bertindak sewenang-wenang pada karyawan. Bahkan ada beberapa buruh yang diberhentikan pihak perusahaan karena dinilai terlalu vokal. Akibatnya, kasus konflik antar buruh dan manajemen dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Karena itu, pihak manajemen mengancam tidak akan memberikan THR kepada pekerjanya.

Mengetahui hal tersebut, ratusan buruh PT Megariamas Sentosa mengadu ke kantor Sudin Nakertrans Jakut. Setelah dua jam menggelar orasi di depan halaman Sudin Nakertrans Jakut, bahkan hendak memaksa masuk ke dalam kantor. Akhirnya perwakilan buruh diterima oleh Kasudin Nakertrans, Saut Tambunan di ruang rapat kantornya. Dalam peryataannya di depan para pendemo, Sahut Tambunan berjanji akan menampung aspirasi para pengunjuk rasa dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. "Pasti kami akan bantu, dan kami siap untuk menjadi fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini," tutur Sahut.

Selain itu, Sahut juga akan memanggil pengusaha agar mau memberikan THR karena itu sudah kewajiban. “Kalau memang perusahaan tersebut mengaku merugi, pihak manajemen wajib melaporkan ke pemerintah dengan bukti konkret,” kata Saut Tambunan kepada beritajakarta.com usai menggelar pertemuan dengan para perwakilan demonstrasi.

Sesuai peraturan, karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun berhak menerima THR. Sementara bagi karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun di atas tiga bulan, THR-nya akan diberikan secara proporsional atau diberikan sebesar 3/12X1 bulan gaji. Karyawan yang baru bekerja di bawah tiga bulan bisa daja dapat tergantung dari kebijakan perusahaan.

Saut menambahkan, sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang didemo karena mangkir membayar THR. “Sesuai dengan peraturan H-7 seluruh perusahaan sudah harus membayar THR kepada karyawannya. Karena itu, kami upayakan memfasilitasi. Untuk kasus karyawan PT Megariamas Sentosa memang sedang ada sedikit permasalahan sehingga manajemen sengaja menahan THR mereka. Namun, sebenarnya itu tidak boleh dan besok kami upayakan memfasilitasi ke manajemen perusahaan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kawasan Jakarta Utara tercatat ada sekitar 3000 badan usaha atau perusahaan di sektor formal. Untuk melakukan monitoring, pihaknya menugaskan 15 personel pengawas dan 10 personel mediator untuk menangani berbagai kasus seperti kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, tuntutan upah maupun upah normatif dan THR. “Kami masih kekurangan personel, idealnya ada 150 personel pengawas dan 100 personel mediator,” tandas Saut Tambunan.

Analisis :
kita bisa liat ini adalah salah satu contoh kasus suatu konflik yang terjadi dalam suatu organisasi bisa ditekankan disini suatu perusahan,dimana seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan tidak adil dalam memimpin suatu perusahan.Mereka senantiasa mempermainkan rakyat kecil dan bertindak sangat tidak bijaksana sebagai seorang yang memiliki kekuasaan,mereka dengan mudah dapat mengeluarkan seorang karyawan yang dianggap terlalu vocal dan maengancam para karyawanya dengan tidak memberikan THR.Menurut saya ini jelas sangat berpengaruh dalam terjadinya sebuah konflik ini adalah penyebab utama terjadinya konflik dalam kasus ini menurut saya bila dalam kasus ini banyak cara untuk menyelesaikanya mungkin dengan cara mediator atau jika dengan cara mediator tidak berhasil juga perlu adanya proses hukum karena disini telah melanggar hak seseorang dan telah melanggar hukum yang berlaku tentang pemberian THR kepada tenaga kerja. Saya rasa ini adalah solusi yang mungkin bisa menyelesaikan konflik dalam perusahaan ini,ada baiknya berikanlah apa yang menjadi haknya setelah iya mengerjakan kewajibanya.


sumber: dari google.com (http://202.57.16.35/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=30547)

Keadilan

Contoh kasus :

Adil ialah situasi dimana orang mendapat hak sesuai dengan kewajibannya, selain itu “adil” dapat dikatakan tidak memihak siapapun atau tidak kurang tidak lebih dan masih banyak lagi persepsi lainnya.
“Keadilan ialah suatu pengambilan keputusan dengan berdasarkan kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggung jawabkan dan memperlakukan setiap orang sama didepan hukum. Pada dasarnya keadilan dapat diciptakan di suatu tatanan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu parameter terciptanya keadilan dalam strata sosial ialah tidak bertindak sewenang – wenang, dengan kata lain keadaan yang kondusif tersebut menjadi indikasi bahwasanya norma – norma dan nilai – nilai yang ada di masyarakat berjalan sesuai fungsinya.
Contoh keadilan itu sendiri ialah sikap seorang hakim yang membuat keputusan dengan berdasar kebenaran dan semua orang mendapat tempat dan hak yang sama dalam hukum, contoh lainnya dalam masyarakat ialah bila seorang individu tidak memikirkan dirinya sendiri, atau memiliki sifat “sosial belonging” karena pada hakikatnya ada hak masyarakat dalam setiap diri individu, maka setiap individu idealnya mampu bersikap adil bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya.

Analisis :
Keadilan pada hakikatnya ada pada diri setiap manusia, dan keadilan itu sendiri dapat tercapai bila norma – norma dan nilai – nilai dalam tatanan sosial berfungsi sebagaimana fungsinya, sedangkan keadilan adalah hal yang sangat penting dalam pelbagai bidang kehidupan baik ekonomi, budaya, dsb. Maka dapat disimpulkan bahwa keadilan ialah sebuah sifat agar individu tidak merugikan orang lain sesuai dengan prinsip – prinsip etika bisnis.

contoh kasus dalam iklan

Contoh Kasus :
Mengontrak artis dalam melakukan pemasaran barang atau jasa merupakan salah satu tehnik pemasaran sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan utamanya yaitu tercapainya target pasar. Seperti Tukul Arwana yang dewasa ini menjadi icon iklan XL.

Secara psikologis memang artis mempunyai pengaruh yang signifikan dalam memasarkan sebuah produk, apa lagi bila artis tersebut telah mempunyai citra atau jargon di masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah untuk tersampaikan.

Bila kita menelaah lebih lanjut melalui pendekatan komunikasi bisnis, keputusan perusahaan provider telekomunikasi dalam hal ini XL merupakan seuah keputusan yang tepat, karna Tukul Arwana sendiri mempunyai citra yang sudah melekat pada masyarakat, itu dalam bidang komunikasi, tetapi bagaimana bila kita lihat melalui pendekatan “etika bisnis”

Sebelum melangkah lebih lanjut saya ingin mengingat kembali beberapa hal penting dan mendasar dalam etika bisnis yaitu :

• Utilitarian Approach, yaitu setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya, oleh karma itu setiap orang harus mengikuti cara – cara agar dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dengan biaya yang serendah – rendahnya

• Individual Right Approach, yaitu setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki dasar yang harus dihormati. Namun apabila dalam pelaksanaannya diperkirakan dapat berbenturan dengan hak orang lain maka harus dihindari

• Justice Approach, yaitu Para pembuat keputusan, mempunyai keputusan yang sama dan bertindak adil dalam pelayanan kepada pelanggan baik individu maupun kelompok

Analisis:
Maka kita dapat menyimpulkan melalui poin – poin pendekatan diatas terhadap contoh kasus Tukul Arwana dalam menjadi bintang iklan di promo XL bisa dikatakan cocok, karena Tukul Arwana mempunyai citra yang signifikan dalam masyarakat sehingga tujuan iklan / promo tersebut cepat tersampaikan, selain itu bermanfaat karena membuat khalayak ramai memahami pentingnya dunia internet selain sebagai promo produk. Tetapi di samping itu persaingan yang ketat antar penyelengara jasa komunikasi membuat promo / iklan antar provider ( penyelengara jasa komunikasi ) khususnya XL dan telkomsel menjadi saling ejek demi mendapatkan tempat dimasyarakat melalui kemasan iklan yang menarik dan murahnya barang/jasa yang di tawarkan karena harga persaingan.