Jumat, 18 November 2011

contoh kasus dalam iklan

Contoh Kasus :
Mengontrak artis dalam melakukan pemasaran barang atau jasa merupakan salah satu tehnik pemasaran sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan utamanya yaitu tercapainya target pasar. Seperti Tukul Arwana yang dewasa ini menjadi icon iklan XL.

Secara psikologis memang artis mempunyai pengaruh yang signifikan dalam memasarkan sebuah produk, apa lagi bila artis tersebut telah mempunyai citra atau jargon di masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah untuk tersampaikan.

Bila kita menelaah lebih lanjut melalui pendekatan komunikasi bisnis, keputusan perusahaan provider telekomunikasi dalam hal ini XL merupakan seuah keputusan yang tepat, karna Tukul Arwana sendiri mempunyai citra yang sudah melekat pada masyarakat, itu dalam bidang komunikasi, tetapi bagaimana bila kita lihat melalui pendekatan “etika bisnis”

Sebelum melangkah lebih lanjut saya ingin mengingat kembali beberapa hal penting dan mendasar dalam etika bisnis yaitu :

• Utilitarian Approach, yaitu setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya, oleh karma itu setiap orang harus mengikuti cara – cara agar dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dengan biaya yang serendah – rendahnya

• Individual Right Approach, yaitu setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki dasar yang harus dihormati. Namun apabila dalam pelaksanaannya diperkirakan dapat berbenturan dengan hak orang lain maka harus dihindari

• Justice Approach, yaitu Para pembuat keputusan, mempunyai keputusan yang sama dan bertindak adil dalam pelayanan kepada pelanggan baik individu maupun kelompok

Analisis:
Maka kita dapat menyimpulkan melalui poin – poin pendekatan diatas terhadap contoh kasus Tukul Arwana dalam menjadi bintang iklan di promo XL bisa dikatakan cocok, karena Tukul Arwana mempunyai citra yang signifikan dalam masyarakat sehingga tujuan iklan / promo tersebut cepat tersampaikan, selain itu bermanfaat karena membuat khalayak ramai memahami pentingnya dunia internet selain sebagai promo produk. Tetapi di samping itu persaingan yang ketat antar penyelengara jasa komunikasi membuat promo / iklan antar provider ( penyelengara jasa komunikasi ) khususnya XL dan telkomsel menjadi saling ejek demi mendapatkan tempat dimasyarakat melalui kemasan iklan yang menarik dan murahnya barang/jasa yang di tawarkan karena harga persaingan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar